
Berziarah Kepada Ahli Kebaikan, Duduk – Duduk Dengan Mereka , Menemani & Mencintai, Memohon Kepada Mereka Agar Berkunjung Ke Tempat Kita, Serta Memohon Doa Kepada Mereka.Meminta Mereka Supaya Berziarah Ke Tempat Kita,
Meminta Doa Dari Mereka Serta Berziarah Ke Tempattempat Yang Utama
قال الله تعالى: } وإذ قال موسى لفتاه لا أبرح حتى أبلغ مجمع البحرين أو أمضي حقباً إلى قوله
(تعالى ( قال له موسى هل أتبعك على أن تعلمن مما علمت رشداً ؟
Allah Ta’ala berfirman: “Dan ketika Musa berkata kepada bujangnya: “Saya tidak
akan berhenti berjalan sehingga sampai di pertemuan dua sungai atau aku berjalan
sampai bertahun-tahun sehingga firman Allah: “Musa berkata kepadanya -yakni
Hidhir-: “Bolehkah aku mengikuti engkau dengan maksud supaya engkau
mengajarkan kepadaku kebenaran yang telah diajarkan kepadamu?”(al-Kahfi:
60-66)
Orang yang hendak dicari oleh Nabiyullah Musa alaihis salam yang dianggapnya
lebih pandai daripadanya sendiri itu ialah Hidhir. Sebagian alim-ulama ada yang
mengatakan bahwa Hidhir itu adalah seorang Nabi, ada pula yang mengatakan, ia
seorang waliyullah yang memiliki karamah (keistimewaan yang tidak dapat
dilakukan oleh manusia biasa sebagai tanda kemuliaan yang dikaruniakan oleh
Allah padanya, jadi sama halnya dengan mu'jizat bagi seorang Nabi atau Rasul),
juga ada yang mengatakan bahwa ia adalah orang shalih saja. Jadi dalam hal ini
banyak pendapat alim-ulama Islam. Mana yang benar, hanyalah Allah Ta'ala yang
Maha Mengetahui. Juga diperselisihkan pula oleh beliau-beliau itu perihal kematian
atau masih hidupnya Hidhir itu sampai saat ini, hingga tibanya hari kiamat nanti
sebagaimana diperselisihkannya tentang kematian atau masih hidupnya Nabiyullah
Isa al-Masih alaihis salam Tegasnya ada sebagian ulama yang menyatakan
pendapatnya bahwa kedua beliau itu masih hidup dan baru akan mati nanti setelah
datangnya hari kiamat, tetapi hidupnya Hidhir alaihis salam di bumi dan Isa alaihis
salam di langit. Juga ada sebagian ulama yang menyatakan pendapatnya bahwa
keduanya itu sudah mati. Wallahu A'lam bishshawaab. Ketika Nabiyullah Musa
alaihis salam hendak mencari Hidhir, Allah memberikan petunjuk kepadanya
bahwa tempat Hidhir itu ada di Majma'ul Bahrain yakni tempat pertemuan dua
lautan. Inipun diperselisihkan pula, ada yang mengatakan bahwa lautan di situ
maksudnya dua sungai. Jadi Majma'ul Bahrain, artinya ialah pertemuan dua sungai yakni Sungai Nil Biru dan Nil Putih. Ada pula yang mengatakan bahwa yang
dimaksudkan memang betul-betul pertemuan dua lautan, yakni lautan Hitam yang
dulu masuk wilayah kerajaan Parsi di zaman kejayaannya dan lautan Tengah yang
dulu masuk wilayah kerajaan Romawi di zaman keemasannya. Jadi kalau ini yang
dianggap benar, maka pertemuan kedua lautan itu ialah di selat Bospores yang kini
masuk wilayah Turki. Namun demikian, semua pendapat itu masih merupakan
serba kemungkinan dan belum dapat dipastikan keshahihannya. Wallaahu A'lam
bishshawaab.
| Luas Area | 1.976 m2 |
| Luas Bangunan | 850 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 1993 |